Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Harga Gabah dan Jagung Panen 2026 Stabil, Petani Diuntungkan


Di tengah dinamika perekonomian global, sektor pertanian Indonesia menunjukkan ketahanan yang menggembirakan. Harga gabah kering panen (GKP) dan jagung pada musim panen awal tahun ini tetap stabil di tingkat yang menguntungkan, yakni Rp6.500 per kilogram untuk gabah dan Rp5.500 per kilogram untuk jagung. Kebijakan pemerintah yang konsisten sejak akhir tahun 2024 telah berhasil menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan, sehingga petani tidak lagi khawatir dengan melemahnya harga yang merugikan.

 

Harga Gabah dan Jagung Panen 2026 Stabil, Petani Diuntungkan

Dilangsir dari nasional.kompas.co.id, Menurut data Badan Pangan Nasional, harga rata-rata komoditas produsen pada 9 Januari 2026 menunjukkan kestabilan dibandingkan hari sebelumnya, dengan gabah yang tetap di kisaran Rp6.500/kg. Hal ini didukung oleh kebijakan pembelian gabah oleh Perum Bulog dengan skema "any quality" sebesar Rp6.500/kg, yang berlanjut sepanjang tahun 2026. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk melindungi petani dari penurunan harga akibat kelebihan pasokan. Sementara itu, untuk jagung, peningkatan harga pembelian pemerintah (HPP) menjadi Rp5.500/kg efektif sejak Februari 2025 telah memberikan dorongan positif bagi petani di wilayah sentra produksi seperti Jawa Timur dan Sulawesi.

 

Stabilitas harga ini tidak lepas dari pencapaian swasembada pangan yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto pada 7 Januari 2026. Dengan panen raya jagung seluas ratusan ribu hektar, Indonesia kini siap menjadi lumbung pangan dunia, yang secara langsung meningkatkan daya tawar petani. Petani di berbagai daerah, seperti di Sambas, Kalimantan Barat, diminta untuk tidak menjual gabah di bawah harga resmi, sebagaimana ditegaskan oleh Bupati Satono. “Harga gabah harus mengikuti Arah presiden, yaitu Rp6.500/kg, agar petani benar-benar diuntungkan,” ujarnya.

 

Bagi petani, kestabilan harga ini berarti peningkatan pendapatan yang signifikan. Seorang petani gabah di Jawa Tengah, misalnya, melaporkan bahwa dengan harga saat ini, ia dapat menabung untuk musim tanam berikutnya tanpa khawatir akan defisit. Selain itu, program pemerintah seperti subsidi pupuk dan irigasi telah membantu meningkatkan produktivitas, sehingga panen 2026 diprediksi lebih melimpah dibandingkan tahun sebelumnya. Menko Pangan Zulkifli Hasan menambahkan bahwa kenaikan harga gabah efektif sejak 15 Januari 2025 telah berhasil menstabilkan pasar, dengan proyeksi harga tetap di level ini sepanjang tahun.

 

Harga Gabah dan Jagung Panen 2026 Stabil, Petani Diuntungkan

Tidak hanya gabah, jagung juga menjadi komoditas unggulan. Dengan harga stabil Rp5.500/kg, petani jagung di wilayah timur Indonesia merasakan manfaat langsung, terutama untuk kebutuhan pakan ternak dan industri makanan. Data menunjukkan bahwa harga jagung kini mencapai level yang mampu menutup biaya produksi, sehingga mendorong ekspansi lahan tanam. “Ini adalah kabar gembira bagi petani, karena harga yang stabil berarti kehidupan yang lebih sejahtera,” kata seorang ahli pertanian dari Kementerian Pertanian.

 

Harga Gabah dan Jagung Panen 2026 Stabil, Petani Diuntungkan

Secara keseluruhan, stabilitas harga gabah dan jagung pada panen 2026 menjadi bukti keberhasilan kebijakan pangan nasional. Petani diuntungkan tidak hanya dari segi finansial, tetapi juga motivasi untuk terus berinovasi. Namun, tantangan seperti perubahan iklim tetap perlu diwaspadai agar kestabilan ini berkelanjutan. Pemerintah diharapkan terus memadukan pasar untuk menjaga keseimbangan antara petani, konsumen, dan industri.